Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Exit scammer begitu gencar melakukan aksi kejahatan mereka dengan membuat berbagai proyek yang mempromosikan shitcoin mereka. Alhasil, pada tahun lalu saja, banyak investor mata uang kripto yang merugi sebesar hampir $100 juta. Selama dan setelah pasar bull di tahun 2020-2021, pasar mata uang kripto telah matang untuk menarik investor institusional secara menyeluruh. Namun, tampaknya kisah shitcoin belum juga padam.
Pelajaran penting yang dapat diambil dari sejarah mata uang kripto adalah bahwa setiap pasar bull membawa musim shitcoin dengan berbagai skema pump-and-dump, exit scam, rug pull, dan kontra menjadi cepat kaya yang mengakibatkan investor kehilangan uang hasil jerih payah mereka.
Meski demikian, beberapa shitcoin berhasil membuahkan imbal hasil jangka pendek yang fenomenal. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah koin meme Dogecoin, shitcoin berbahan bakar Twitter yang mengalami reli sebesar 12.000% pada tahun ini. Simak panduan menarik berikut yang akan membahas mengenai shitcoin berikut sejarahnya, cara mengidentifikasinya, serta kelayakannya untuk dijadikan sebagai investasi!
Apa, Sih, Sebenarnya Shitcoin Itu?
Secara teknis, shitcoin adalah altcoin yang menjadi tidak berharga seiring berjalannya waktu dikarenakan fundamentalnya yang buruk. Selain memiliki nilai yang kecil atau bahkan tidak bernilai sama sekali, shitcoin pun tidak memiliki tujuan yang jelas. Koin tersebut sangat bergantung pada pemasaran yang menyesatkan, terutama melalui jaringan micro-influencer di media sosial.
Apakah semua shitcoin itu buruk?
Tidak semua shitcoin buruk karena beberapa di antaranya mendapatkan dukungan dari komunitas yang kuat. Misalnya, Dogecoin, yang awalnya merupakan parodi Bitcoin dan tidak ditujukan untuk melayani utilitas dunia nyata apa pun. Namun, berkat komunitas pejuang dan influencer Twitter yang kuat seperti Elon Musk, Dogecoin berhasil memelesat ke level ATH terbarunya selama pasar bull di tahun 2020-2021.
Sebaliknya, shitcoin memang memiliki sisi yang buruk. Sejak pasar bull terakhir di tahun 2017, terutama saat ledakan penawaran koin awal (Initial Coin Offerings/ICO) terjadi, mata uang kripto telah matang dan pada saat yang bersamaan banyak hal mengalami perubahan dalam ekosistemnya. Tentunya, tak ingin tertinggal satu langkah dari mata uang kripto, cara proyek shitcoin mencuri uang pun telah berevolusi pada saat yang bersamaan.
Pada umumnya, proyek shitcoin saat ini dapat diklasifikasikan ke salah satu dari dua kategori berikut:
Rug Pull
Sesuai dengan namanya, rug pull adalah bentuk penipuan ketika tim mata uang kripto meninggalkan sebuah proyek dengan tokennya yang tidak berharga setelah berhasil mengumpulkan sejumlah dana dari investor. Bursa terdesentralisasi (DEX) memungkinkan pengembang untuk meluncurkan dan mencantumkan token mereka tanpa audit yang diperlukan atau proses pemeriksaan.
Oleh karenanya, rug pull sering kali terjadi di bursa terdesentralisasi (DEX), terutama di proyek DeFi. Umumnya, pengembang yang nakal akan mencantumkan token mereka di DEX, seperti Uniswap atau PancakeSwap, lalu memasangkannya dengan ETH atau mata uang kripto terkemuka lainnya. Tak hanya itu saja, mereka juga akan menyediakan likuiditas dan mengunci sejumlah kecil dana guna mendapatkan kepercayaan investor.
Saat kepercayaan investor berhasil didapatkan, di situlah rug pull akan masuk. Setelah sejumlah besar investor menukarkan token ETH mereka dengan token yang terdaftar, para pengembang akan menarik seluruh likuiditas (ETH), lalu meninggalkan investor dengan token yang tidak berharga.
Selama proses tersebut, token yang terdaftar akan melejit nilainya hingga 50X atau bahkan 100X dalam hitungan jam. Kenaikan nilai yang tiba-tiba ini menciptakan efek Fear of Missing Out (FOMO), yang akan mendorong banyak investor baru untuk turut berinvestasi. Setelah nilainya mencapai batas maksimalnya, tim akan menguras kumpulan likuiditas.
Exit Scam
Exit scam dan rug pull sama-sama merupakan bentuk penipuan kripto. Namun, exit scam tidak melibatkan pengurasan likuiditas apa pun karena umumnya tidak terjadi di DEX. Alih-alih, tim exit scam meluncurkan proyek dengan koin yang biasanya berupa percabangan (fork), baik percabangan lunak (soft fork) maupun percabangan keras (hard fork) dari proyek yang sudah ada. Singkatnya, mereka meluncurkan proyek, menjual koin, lalu menghilang.
Banyak exit scam dijalankan pada tahun 2017, yaitu pada puncak ledakan ICO. Pada kasus exit scam klasik, pengembang meniru proyek terkemuka, membuat beberapa perubahan dan mengubah citranya, lalu menawarkan koin melalui platform mereka dengan imbalan ETH, BTC, atau mata uang kripto terkemuka lainnya.
Begitu berhasil mengumpulkan cukup koin, para exit scammer akan meninggalkan proyek dan membiarkannya berjalan secara otomatis. Anggaran pemasaran yang besar pada exit scam dan rug pull digunakan dalam mempromosikan shitcoin. Pemasaran tersebut akan menarik para investor baru dan naif, terutama yang didorong oleh FOMO. Para investor tersebut menjadi kaya di atas kertas, melihat nilai yang masif, tetapi pada kenyataannya aset mereka tidak dapat dicairkan.
Apa Saja Kriteria Shitcoin yang Baik?
Sekarang, mari kita membahas tentang shitcoin yang "baik". Meskipun tidak dapat dibandingkan dengan beberapa proyek mata uang kripto yang terkemuka, shitcoin tersebut memberikan keuntungan secara nilai.
Subbagian dari shitcoin dijuluki dengan "koin meme", yang terinspirasi oleh berbagai meme yang viral di internet. Koin meme banyak dipromosikan di sosial media seperti TikTok oleh micro-influencer, dan telah diakui sebagai kategori terpisah di antara beberapa agregator terkemuka seperti CoinMarketCap. Dogecoin adalah koin meme yang terinspirasi oleh anjing Shiba Inu yang menjadi viral dan menggemparkan dunia maya pada tahun 2013 sehingga dijuluki sebagai "meme internet".
Sejarah Shitcoin
Sebagaimana sebagian besar terminologi kripto, seperti HODL dan altcoin, istilah “shitcoin” pun berasal dari percakapan di forum Bitcointalk. Istilah tersebut diciptakan (tanpa ada maksud permainan kata-kata) oleh anggota forum Bitcointalk di utas diskusi yang diprakarsai oleh Gavin Andersen (dahulu dikenal sebagai pengembang Bitcoin) pada 8 November 2010.
Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa beberapa mata uang kripto terkemuka seperti Bitcoin, Litecoin, dan Ethereum, semuanya disebut sebagai shitcoin oleh nocoiner. Kreator Litecoin, Charlie Lee pernah mengatakan dalam sebuah wawancara dan di Twitter-nya (dengan sentuhan sarkasme) bahwa Litecoin adalah shitcoin terbaik!
Sejarah shitcoin dapat kembali ditelusuri ke Bitcoin ketika banyak proyek mata uang kripto kecil diluncurkan untuk menyimpang dari Bitcoin, tetapi tidak sampai ke arus utama, hingga akhirnya menjadi tidak berharga dari waktu ke waktu.
Namun, kisah shitcoin muncul setelah peluncuran platform Ethereum yang memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan token mereka hanya dengan beberapa baris kode. Alhasil, orang-orang mulai meluncurkan sejumlah besar token tanpa utilitas atau kasus penggunaan dunia nyata.
”Ledakan ICO di tahun 2017” memicu peluncuran banyak shitcoin sehingga menghancurkan seluruh pasar kripto pada akhir musim bullish.
Shitcoin melihat lonjakan harga yang signifikan saat diluncurkan, tetapi seiring berjalannya waktu, grafiknya sering kali berupa garis datar.
Perhatikan kedua contoh berikut: SALT dan PPT.
Saat pertama kali diluncurkan, SALT diperdagangkan sekitar $8, dan dalam sebulan, mencapai puncaknya dengan nilai ATH $16. Imbal hasil 100% yang sangat bagus, bukan? Namun, apa yang selanjutnya terjadi?
Sesuai dugaan, tim meninggalkan proyek tersebut dengan nilai sebesar lebih dari $0,30 saat artikel ini ditulis.
Shitcoin lainnya adalah PPT, yang diperdagangkan pada level $1,90 saat pertama kali diluncurkan dan secara mengejutkan mencapai nilai ATH $74,85 hanya dalam dua bulan. Imbal hasil yang sangat fantastis, bukan? Tentunya, siapa pun yang melihatnya bisa memprediksikan adanya masa depan yang menjanjikan.
Akan tetapi, inilah yang selanjutnya terjadi: tim PPT meninggalkan proyek tersebut dan nilainya pun langsung turun drastis, berakhir dengan diagram garis datar. PPT masih eksis dan saat artikel ini ditulis, bernilai lebih dari $2,50.
Sumber: CoinMarketCap
Namun, beberapa shitcoin berhasil melawan dengan sekuat tenaga, bangkit kembali dengan dukungan komunitas yang solid dan dinamis. Dogecoin yang terkenal dianggap sebagai lelucon, bernilai sepersekian sen ketika diluncurkan pada tahun 2013. Akan tetapi, pada awal pasar bull di tahun 2020, selebritas dan influencer mengumpulkan Dogecoin dan menciptakan euforia yang semarak dan masif. Dogecoin mengalami reli sebesar lebih dari 12.000% hanya dalam hitungan bulan.
Sumber: CoinMarketCap
DOGE telah menjadi sensasi Twitter. CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk telah mengumumkan peluncuran satelit "DOGE-1" yang akan benar-benar pergi ke bulan. Tidak hanya namanya yang menarik, tetapi seluruh proyek satelit dibayar dengan koin DOGE. Siapa yang menyangka bahwa koin meme yang awalnya hanyalah lelucon akan pergi ke bulan?
CC: Twitter Elon Musk
Akhir-akhir ini, banyak shitcoin yang muncul mengikuti kegilaan koin meme karena kesuksesan Dogecoin yang tak terduga. Tidak seperti mata uang kripto stabil lainnya seperti BTC dan ETH, koin meme ini memberikan imbal hasil yang luar biasa besar dalam waktu yang sangat singkat. Kebanyakan koin meme tidak memiliki likuiditas atau hanya memiliki sedikit likuiditas, sehingga mustahil untuk dicairkan.
Apakah Berinvestasi Shitcoin Merupakan Ide yang Bagus?
Ada sebuah konsep dalam keuangan tradisional yang disebut “risk-return tradeoff,” yang berarti bahwa dengan peningkatan jumlah risiko, peluang potensi imbal balik meningkat. Berinvestasi shitcoin adalah sebuah proposisi berisiko tinggi atau berimbal hasil tinggi. Anda dapat menghasilkan banyak uang dalam semalam — atau kehilangan sebagian besar investasi Anda dengan cukup cepat.
Ada proyek shitcoin seperti Dogecoin dan Shiba Inu yang berhasil memberikan imbal hasil sebesar lebih dari 12.000% dalam waktu yang sangat singkat, tetapi ada juga proyek yang menjadi tidak berharga seminggu setelah peluncurannya yang terlalu digembar-gemborkan. Imbal baliknya memang bisa sangat besar, tetapi patut diperhatikan bahwa risikonya selalu ada.
Pada dasarnya, shitcoin dalam ekosistem memiliki satu sifat yang sama, yaitu memiliki fundamental yang kurang baik. Akibatnya, teknologi atau ekonomi token yang mendasarinya tidak terlalu penting. Untuk mengetahui sinyal beli dan jual, trader harus mengandalkan analisis teknis yang kuat dan menggunakan berbagai indikator. Pasar shitcoin sangat fluktuatif sehingga tak pelak banyak orang sering menggunakan bot, yang dapat melakukan banyak aktivitas perdagangan dalam hitungan detik.
Selain analisis teknis yang kuat, ada satu metrik penting yang perlu dipertimbangkan: komunitas.
Proyek shitcoin yang berhasil memberikan imbal hasil yang signifikan didorong oleh komunitas yang mendasarinya. Artinya, pendukung, selebritas, dan influencer-lah yang sebenarnya memompa nilainya. Biasanya akan sangat sulit bagi proyek shitcoin yang relatif baru untuk dapat membangun komunitas yang kuat. Sementara itu, proyek lama — dengan beberapa warisan atau cerita yang menyertainya — memiliki keunggulan dalam pembangunan komunitas. Untuk alasan ini, shitcoin layak untuk dicoba.
Koin yang Valid versus Shitcoin: Cara Menemukan
Scammer dan shitcoiner kian hari kian canggih dalam menerapkan strategi mereka. Pasalnya, koin mereka dapat meniru koin yang valid guna mendapatkan kepercayaan investor. Berikut adalah beberapa karakteristik yang dapat digunakan untuk menemukan shitcoin:
Latar Belakang Proyek dan Tim
Faktor pembeda terbesar antara shitcoin dan koin yang valid adalah tim yang berada di belakangnya. Sebelum berinvestasi dalam proyek apa pun, Anda wajib mengetahui dengan jelas tim, latar belakang berikut riwayat pekerjaan mereka. Proyek Shitcoin sering kali beranggotakan tim yang tidak jujur, tanpa riwayat pekerjaan, dan mungkin memiliki profil sosial palsu yang sengaja dibuat hanya untuk proyek mereka.
Kertas Putih dan Dokumentasi
Tidak seperti koin yang valid, proyek shitcoin biasanya tidak memiliki dokumentasi yang tepat (seperti kertas putih). Selain itu, pernyataan mereka tidak jelas sekaligus disertai dengan iming-iming berupa janji palsu untuk masa depan yang lebih baik.
Perusahaan koin yang valid banyak berfokus pada dokumentasi dan jarang sekali membicarakan harga token. Sebaliknya, mereka biasanya membicarakan teknologi yang mendasarinya dan terutama cara meningkatkannya dari waktu ke waktu guna meningkatkan adopsi produk mereka. Berbanding terbalik dengan koin yang valid, shitcoin berfokus penuh pada harga token, sehingga tak pelak, dokumentasi yang dimilikinya pun sangat sedikit.
Cek Komunitasnya
Umumnya, setiap koin yang valid memiliki komunitas yang solid dan dinamis. Shitcoin yang besar dan bernilai seperti DOGE pun didukung oleh komunitas, sedangkan pemilik shitcoin yang jelek tidak terlalu berfokus pada pengembangan komunitas mereka. Penting untuk diingat bahwa selalu ada kemungkinan bagi pemilik shitcoin yang jelek untuk mencoba melakukan rug pull sesegera mungkin guna mencuri dana dari investor.
Kesimpulan
Euforia shitcoin tidak akan melambat dalam waktu dekat. Sebelum berinvestasi dalam proyek shitcoin, kami menyarankan Anda untuk terlebih dahulu melakukan uji tuntas yang tepat agar dapat mengidentifikasi pemain yang baik dan yang buruk. Beberapa shitcoin yang memang dibuat sebagai lelucon, masih memiliki tujuan untuk membangun komunitas yang kuat. Sementara itu, shitcoin lainnya memang secara khusus direkayasa untuk mencuri dana investor.
Shitcoin tidak hanya memiliki imbal hasil yang tinggi, tetapi juga risiko yang sangat besar. Oleh karena itu, berinvestasilah secara bijak agar tidak kehilangan uang hasil jerih payah Anda dalam jumlah besar.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto