Flippening: Akankah ETH Melampaui BTC?
Jika kita berbicara mengenai investasi kripto dalam jangka waktu yang cukup panjang, biasanya duaproyek blue chip berikut akan menjadi topik diskusi utama: Bitcoin dan Ethereum. Oleh karena BTC dan ETH menduduki peringkat teratas berdasarkan kapitalisasi pasar dalam semesta kripto, sangat wajar jika keduanya menjadi pilihan utama bagi siapa pun yang tertarik untuk melakukandollar cost averaging.
Terlepas dari itu, kita semua tahu bahwa baru-baru ini Ethereum berhasil mengeksekusi Merge-nya tanpa hambatan. Alhasil, spekulasi terkait masa depan mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua itu pun makin meliar di kalangan investor. Dengan peta jalan pasca-Merge yang mulai berjalan, tampaknya Ethereum sudah siap untuk menjadi platform kontrak pintar paling fungsional dalam semesta kripto. Lantas, mampukah momentum ini memajukan ETH dan membuka jalan bagi terwujudnya Flippening? Simak ulasan lengkap mengenai Flippening berikut dampaknya terhadap pasar kripto dalam artikel ini.
Apa Itu Flippening?
Flippening merupakan situasi hipotesis ketika Ethereum berhasil melampaui Bitcoin untuk menjadi mata uang kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.
Untuk mengidentifikasi peluang terjadinya Flippening, Blockchaincentre telah merangkum berbagai faktor yang dapat dipertimbangkan. Selain membandingkan kapitalisasi pasar, situs web ini juga memperhitungkan faktor seperti volume transaksi dan alamat aktif. Nyatanya, Ethereum telah membuktikan kebergunaannya karena aset tersebut mampu melampaui Bitcoin dalam hal jumlah transaksi dan biaya yang dibayarkan.
Dapatkan informasi harian terkait dunia kripto dan perdagangan
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto