Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Harga yang dibayarkan kepada produsen Amerika Serikat mencatat rekor kenaikan tahunan 10% pada bulan November, mengindikasikan bahwa kemungkinan besar, tekanan inflasi akan berlanjut hingga tahun 2022. Di balik peristiwa tersebut, investor tampak bersiap-siap untuk menghadapi peralihan kebijakan dramatis yang dilakukan oleh Federal Reserve Amerika Serikat, seiring dengan upaya mereka untuk membuka jalan bagi peningkatan suku bunga pertama di tahun 2022. Kekhawatiran akan perubahan kebijakan yang terlalu agresif ini dapat mendorong investor memasuki mode risk-off yang, pada satu titik, akan membuat pasar kripto memasuki bulan yang sarat akan gejolak.
Untungnya, skenario tersebut sepertinya belum berjalan karena BTC baru saja membentuk basis yang kuat di atas level dukungan $46.000 dan berhasil memulihkan beberapa kerugian akibat penurunan yang terjadi pada hari Senin lalu. Namun, sepertinya kita belum boleh berharap terlalu banyak karena saat ini, BTC masih diperdagangkan di bawah zona resistansi $48.500, pun di bawah rata-rata pergerakan 100 jamnya.
Jika ingin melihat lebih banyak momentum kenaikan, maka BTC harus lolos dari zona resistansi $49.500 dan membangun pijakan yang lebih kuat di atas rata-rata pergerakan 100 jam. Selain itu, aliran opsi BTC juga menunjukkan pola yang cenderung bearish alih-alih bullish, karena aktivitas premium yang saat ini berlangsung lebih berpusat pada call-selling di harga strike $50.000-$70.000, mengisyaratkan bahwa investor masih lebih condong ke arah strategi risk-off terkait BTC.
Pada Rabu dini hari, kesalahan teknis yang cukup fatal menimpa agregator data kripto, CoinMarketCap (CMC). Akibatnya, harga dan kapitalisasi pasar dari koin yang terdaftar di platform CMC pun melonjak pesat hingga mencapai angka yang mengejutkan. Misalnya, kapitalisasi pasar BTC memelesat hingga $14,7 triliun di beberapa titik. Pada saat yang bersamaan, harga BTC pun menunjukkan angka yang fantastis, yaitu $789 miliar per koin! Beberapa protokol DeFi yang sangat menggantungkan data harga mereka kepada CMC pun harus segera menghentikan operasi kontrak pintar untuk mencegah terjadinya kesalahan likuidasi.
Setelah peristiwa itu, CMC menanggapi keberadaan bug tersebut dengan twit yang bernada ironis: "Bagaimana rasanya menjadi triliuner selama beberapa jam?" Meski respons tersebut terdengar konyol, mari berharap tidak ada seorang pun yang melakukan tindakan bodoh, seperti mengundurkan diri dari pekerjaan mereka, akibat kesalahan sistem ini. Percayalah, mereka tidak akan bisa menertawakan twit tersebut sekarang.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto