Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Kemunculan beragam spekulasi terkait kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat di tahun 2022 berimbas negatif terhadap prospek jangka pendek, baik untuk pasar ekuitas maupun pasar kripto, terutama karena spekulasi-spekulasi tersebut didasarkan kepada alasan yang masuk akal. Sentimen tersebut bahkan semakin diperparah oleh ketakutan dan ketidakpastian pelaku pasar akan dampak kemunculan virus varian Omicron terhadap perekonomian global. Pasar ekuitas baru saja menghadapi hari penjualan terburuk secara berturut-turut sejak Oktober 2022, dan sayangnya, situasi serupa juga tidak bisa dihindari oleh pasar kripto.
Harga BTC sempat anjlok ke bawah level $56.000 setelah Amerika Serikat mengonfirmasi kasus varian Omicron pertamanya. Meski bisa kembali bangkit ke rentang sebelumnya, yaitu di level $57.000, harapan BTC untuk menembus zona resistansi di level $58.000 sepertinya masih sulit untuk dicapai, dan kegagalan itu mungkin akan semakin memperpanjang momen penurunan aset kripto tersebut. Oleh karena itu, mari bersama-sama berharap agar BTC dapat kembali menjadi mata uang kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar untuk yang ketiga kalinya! Sementara itu, pada data on-chain, grafik 14 hari perubahan kapitalisasi pasar yang direalisasikan tetap berada di wilayah bearish.
Namun, grafik tersebut sejatinya mengisyaratkan kemungkinan terjadinya tren naik karena perubahan warna dari merah ke hijau menunjukkan adanya sinyal bullish yang kuat. Nasib ETH pun tampaknya tidak lebih baik dari BTC. Mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut anjlok sebesar 6% dalam hitungan jam pada hari Rabu, dan menghapus seluruh keuntungan yang diperolehnya pada pertengahan minggu. Terlepas dari perspektif suram ini, beberapa token L1, yang dipimpin oleh MATIC dan LUNA, telah berhasil mengungguli pasar yang lebih luas dengan kenaikan persentase sebanyak dua digit. Beberapa ekosistem L1 lainnya pun mengalami progres yang solid, dengan AVAX dan FTM yang sama-sama mencatat tingkat pertumbuhan TVL yang spektakuler pada paruh kedua di tahun 2021.
Tampaknya, real estat kini menjadi aspek yang sangat populer di dalam metaverse. Pada minggu lalu saja, lebih dari $100 juta diinvestasikan ke dalam konsep yang baru lahir ini. Berbeda dengan lahan yang ada di dunia nyata, plot tanah dalam metaverse selalu ditransaksikan dalam bentuk NFT, menampilkan model validasi kepemilikan lanjutan yang hanya mungkin dilakukan dengan bantuan teknologi blockchain. Akan tetapi, perlu diingat bahwa investasi real estat dalam semesta kripto masih disertai oleh risiko spekulatif yang tinggi. Selain itu, sulit diketahui dengan pasti apakah euforia yang saat ini terjadi bersifat permanen atau temporer. Biarkan waktu yang menjawabnya.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto