Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pada hari Minggu, momentum pemulihan akhir pekan yang dimulai Jumat malam lalu (pada jam perdagangan Asia) tiba-tiba terhenti setelah BTC naik tipis menyentuh level $43.000. Sayangnya, reli akhir pekan yang singkat tersebut tidak berhasil membuat BTC menembus rentang perdagangannya yang ketat, dan keuntungan yang diperoleh pun sangat tidak signifikan, terutama jika dibandingkan dengan pergerakan yang mengikutinya. Selama awal jam perdagangan Asia pada hari Senin, BTC memulai penurunan baru untuk diperdagangkan di bawah dukungan utama sebelumnya di dekat level $42.500, dan kini mengonsolidasikan kerugiannya di dekat wilayah $42.000 (pada saat artikel ditulis).
Selanjutnya, saluran bearish (menurun) terbentuk pada grafik per jam yang mengimplikasikan bahwa koreksi turun dapat berlanjut ke level $40.000 jika wilayah dukungan di dekat $41.200 mengalami tekanan. Setali tiga uang dengan BTC, saat ini ETH (pada saat artikel ditulis) diperdagangkan jauh di bawah level $2.900, sementara kinerja token dari sebagian besar altcoin utama pun terhambat oleh adanya kemunduran kecil selama beberapa hari terakhir. Selain meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi, berita besar lainnya yang mungkin berdampak besar pada pasar kripto adalah penyitaan BTC senilai $4 miliar oleh Departemen Kehakiman AS yang dicuri melalui peristiwa peretasan Bitfinex pada tahun 2016. Peristiwa tersebut merupakan penyitaan token terbesar sepanjang masa, dan secara signifikan meningkatkan posisi pemerintah AS selaku "pemilik utama BTC", menempatkan mereka tepat di belakang institusi seperti Grayscale dan MicroStrategy. Sementara itu, token LEO Bitfinex, yang secara konsisten luput dari perhatian sejak diluncurkan pada tahun 2019, pun memelesat ke rekor tertingginya setelah penyitaan DOJ.
Aktivitas perdagangan di pasar berjangka tetap tenang dalam seminggu terakhir, dengan volume perdagangan kontrak berjangka di bursa utama anjlok ke level terendah selama beberapa bulan. Sementara itu, minat terbuka terhadap kontrak berjangka di seluruh bursa pun mulai mereda akibat anjloknya BTC ke level $30.000 sejak awal Januari tahun ini. Momen ini tidak hanya mengindikasikan bahwa beberapa trader dengan leverage mungkin telah meninggalkan pasar kripto untuk sementara waktu akibat suramnya kondisi makroekonomi, tetapi juga bahwa permintaan spot telah meningkat.
CryptoPunk sejatinya merupakan koleksi NFT yang mendahului euforia NFT saat ini selama beberapa tahun dan dianggap sebagai koleksi legendaris di mata para pecinta kripto. Sebelum akhir pekan lalu, Punk termahal yang pernah dijual di lelang Sotheby pada bulan Juni 2021 bernilai $11,8 juta. Meski demikian, nominal fantatis ini pun berhasil dikalahkan oleh CEO perusahaan infrastruktur cloud Chain bernama Deepak Thapliyal yang baru saja membeli Alien Punk seharga $23,7 juta (pada saat penjualan). Lewat cuitannya, Thapliyal mengumumkan bahwa ia memanfaatkan Compound Finance untuk membayar NFT dan bahwa ia "pada dasarnya menahan ETH untuk waktu yang lama guna membeli punk".
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto