Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pada hari Kamis, momentum kenaikan pasar kripto yang lebih luas terus berlanjut di tengah koreksi turun yang dialami oleh pasar ekuitas Amerika Serikat. Saat artikel ini ditulis, BTC telah membangun pijakan yang solid di atas level dukungan $42.000. Secara khusus, mata uang kripto nomor satu berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut tengah berkonsolidasi di wilayah atas kisaran $42.000 setelah mencatat peningkatan sebesar 2,2% dari 24 jam yang lalu, dan tampak siap untuk menguji resistansi overhead di kisaran $43.300 - $43.500. Kemungkinan, breakout yang nyata di atas level resistansi tersebut akan menghadirkan putaran momentum reli berikutnya untuk BTC. Namun, jika gagal melewati zona resistansi tersebut, kemungkinan BTC untuk mengalami koreksi turun ke dekat level $42.300 pun tidak bisa dihindari. Tampak bernasib serupa, ETH juga telah menemukan pijakan yang solid di dekat level $3.000 setelah mengalami peningkatan sebesar 3,2% dalam 24 jam terakhir.
Setali tiga uang, sebagian besar altcoin utama juga melanjutkan kemenangan beruntun mereka, dengan token berkinerja terbaik seperti ADA dan DOGE mencatat kenaikan dua digit dalam jangka waktu yang sama. Di lini on-chain, bagan Distribusi Harga Terealisasi yang Belum Dibelanjakan pada Entitas BTC yang Disesuaikan, sebuah metrik on-chain yang melacak distribusi harga di antara para pemegang BTC, mengindikasikan bahwa telah terjadi redistribusi koin berskala besar pada kisaran $38.000 - $45.000. Dalam kisaran tersebut, tampaknya koin telah berpindah tangan dari pemegang BTC jangka panjang ke pemegang BTC jangka pendek. Metrik tersebut juga menunjukkan bahwa dinding harga yang solid telah terbentuk di level $38.000; kondisi yang tentunya akan memberikan dukungan kuat bagi BTC jika terjadi kapitulasi besar-besaran.
Pada tanggal 23 Maret 2022 di malam hari (jam perdagangan Asia), Cashio, protokol stablecoin di jaringan Solana menjadi korban eksploitasi dengan nilai yang terbilang fantastis, yaitu $52,8 juta. Menurut pengembang Cashio, protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan pengguna untuk mencetak dan membakar stablecoin asli Solana (CASH) tersebut menjadi korban serangan "glitch tak terbatas." Melalui serangan tersebut, pelaku eksploitasi dapat mencetak pasokan CASH yang tak terbatas tanpa memberikan satu pun kontribusi terhadap kumpulan likuiditas.
Faktanya, ini bukan satu-satunya insiden yang terjadi, mengingat beberapa protokol DeFi berbasis stablecoin di jaringan lain pun sempat mengalami serangan yang serupa sebelumnya. Setelah insiden tersebut, nilai CASH menukik tajam. Menariknya, tim Crypto Insights di Bybit menemukan indikasi bahwa peretas yang bertanggung jawab terhadap insiden tersebut sejatinya merupakan "Robin Hood" modern dalam dunia DeFi. Untuk mengetahui alasannya, pun untuk mendapatkan informasi terperinci mengenai dampak insiden tersebut, simak laporan komprehensif yang ditulis oleh tim Crypto Insights kami.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto