Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Selasa lalu, pasar kripto yang lebih luas anjlok seiring dengan jatuhnya indeks saham utama Amerika Serikat, tak lama setelah Federal Reserve Amerika Serikat mengisyaratkan rencana mereka untuk mempercepat penurunan beban neraca. Akibatnya, nilai BTC turun sebesar 3%, meski setelahnya aset tersebut tampak berhasil mengonsolidasikan kerugian di dekat level $45.000. Sementara itu, garis tren bearish utama dengan batas atas di dekat level $46.500 pun mulai terbentuk pada grafik per jam BTC, mengindikasikan bahwa mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut harus tetap bertahan di atas level dukungan $45.000 untuk mencegah terjadinya penurunan lebih lanjut.
Di sisi lain, salah seorang analis kripto, Alex Thorn, mengamati bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, kenaikan BTC tidak diikuti oleh lonjakan biaya transaksi. Alex kemudian mengaitkan lingkungan berbiaya rendah yang ada saat ini dengan pengembangan Lightning Network serta tingginya tingkat adopsi Segwit. Mari mengalihkan perhatian sejenak dari BTC. Mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, ETH, terlihat kembali menelusuri level $3.300 setelah kehilangan 4,5% nilai pasarnya dalam hitungan jam. Pada saat yang bersamaan, banyak altcoin utama tenggelam dalam zona merah, dengan sebagian besar token L1 teratas mencatat persentase kerugian rata-rata sebesar 4% dalam 24 jam terakhir.
Namun, perubahan harga tersebut tampaknya tidak memberikan dampak apa-apa terhadap uang pintar. Misalnya, baru-baru ini, MicroStrategy memutuskan untuk membeli BTC senilai $190 juta dengan biaya rata-rata $45.714. Alhasil, perusahaan perangkat lunak tersebut kini telah memiliki lebih dari 129.000 BTC. Jika kita mengacu kepada harga spot BTC terbaru, total nilai BTC yang saat ini mereka miliki sejatinya lebih besar daripada seluruh kapitalisasi pasar perusahaan tersebut. Sementara itu, di pasar NFT, volume perdagangan harian NFT tampaknya akan kembali bangkit setelah melewati bulan Maret yang mengecewakan. Secara khusus, total volume perdagangan NFT pada Q1 di tahun 2022 telah menembus angka $12 miliar!
Seiring dengan keputusan El Salvador yang telah mengumumkan penggunaan BTC sebagai alat pembayaran yang sah, saat ini, Dewan Perwakilan Amerika Serikat tengah mempertimbangkan pengenalan undang-undang untuk melindungi sistem keuangan Amerika Serikat dan investor dari paparan risiko berlebih. Secara khusus, RUU Perwakilan Rakyat bipartisan yang bertajuk "Undang-Undang Akuntabilitas untuk Mata Uang Kripto di El Salvador" tersebut akan menyertai RUU senat lain dengan nama dan karakteristik yang serupa. Faktanya, RUU tersebut telah diperkenalkan pada Februari silam (dan baru-baru ini telah disahkan oleh komite), guna melindungi sistem keuangan Amerika Serikat dari dampak keputusan pemerintah El Salvador yang dinilai merupakan "tindak perjudian ceroboh yang mengacaukan negara".
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto