Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pasar kripto yang lebih luas kembali memasuki lautan merah dalam 24 jam terakhir, tepatnya setelah Meta, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, mengungkap pendapatan Q4 yang medioker serta mengumumkan estimasi tren yang tergolong mengecewakan dalam jangka pendek hingga menengah. Alhasil, nilai sahamnya pun anjlok sebesar 24% selama periode after-hours trading, atau proses perdagangan yang dilakukan di luar jam bursa normal. Tampak bernasib sedikit lebih baik, meski tetap tidak bisa dibilang beruntung, nilai BTC juga mengalami penurunan sebesar 5% dalam 24 jam terakhir.
Saat artikel ini ditulis, aset kripto tersebut tampak diperdagangkan tepat di atas level dukungan $36.000 setelah gagal menguji level hambatan psikologis $40.000. Cepat atau lambat, momentum penurunan ini akan mendorong BTC untuk menguji level dukungan $35.500-nya di beberapa titik, dan jika peristiwa tersebut terjadi, kita mungkin akan menyaksikan mata uang kripto nomor satu berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut mengonsolidasikan kerugian selanjutnya. Kondisi ETH pun tidak bisa dibilang lebih baik. Aset kripto tersebut mengalami kerugian serupa dengan BTC pascaterjadinya serangan yang menimpa protokol lintas rantai Wormhole dan membuat sedikitnya 120.000 ETH dicuri.
Peretasan jembatan populer antara jaringan-jaringan besar seperti Ethereum dan Solana ini, sejatinya memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kinerja ETH dan SOL, seiring dengan menurunnya nilai masing-masing token sebesar 5% dan 10% dalam 24 jam terakhir. Meski aksi harga di pasar kripto yang lebih besar terlihat suram, ada beberapa indikator on-chain yang melukiskan gambaran positif mengenai masa depan jangka menengah hingga jangka panjang BTC.
Pertama-tama, pasokan BTC yang tidak likuid telah mengalami peningkatan yang mencolok dalam satu minggu terakhir karena lebih dari 0,27% pasokan telah berpindah ke kondisi yang tidak likuid selama periode waktu tersebut. Kemudian, jika kita mempertimbangkan lingkungan makrokonomi bearish yang masih eksis, peningkatan pasokan BTC yang tidak likuid tersebut sesungguhnya mengisyaratkan tersebarnya pasokan bullish, dan situasi inilah yang terjadi sesaat setelah berlangsungnya aksi penjualan pada Mei 2021. Selain itu, RSI harian BTC kembali turun ke wilayah oversold; sinyal penting yang mungkin akan berdampak sangat besar terhadap struktur pasar BTC dan ETH.
Sundar Pichai, CEO Alphabet (perusahaan induk Google), telah mengeluarkan komentar publik pertamanya terkait konsep Web3. Dalam pidatonya pada earning call atau panggilan konferensi Q4 Google, Pinchai mengumumkan bahwa raksasa teknologi tersebut sedang mencari teknologi blockchain berikut beragam aplikasi di dalamnya yang berpotensi untuk diberdayakan, pun sedang mengupayakan berbagai cara untuk memperkaya nilai pada teknologi yang masih berusia sangat muda itu. Sejatinya, cukup banyak rekan Google di Silicon Valley, seperti Block (sebelumnya dikenal sebagai Square), yang baru-baru ini mulai merangkul konsep Web3 dengan membangun sistem pembayaran digital dan menyediakan layanan yang mendukung mata uang kripto. Tampaknya, Google akan menempuh jalur yang sama dalam waktu dekat.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto