Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Tidak jauh berbeda dari pasar saham, beberapa momentum pemulihan terbalik juga mewarnai pasar kripto setelah Ketua Federal Reserve Amerika Serikat, Jerome Powell, kembali menegaskan komitmen The Fed untuk memerangi level inflasi saat ini. Secara khusus, BTC sempat menguat ke level $43.000 sebelum kembali anjlok ke batas atas $42.000, tempatnya diperdagangkan saat ini. Garis tren bullish utama juga telah terbentuk pada grafik per jam BTC, yang sejatinya mengisyaratkan adanya kemungkinan aksi naik lebih lanjut dalam waktu dekat. Pada saat yang bersamaan, beberapa pertanda positif turut terlihat pada lini depan on-chain.
Misalnya, aliran masuk dormansi BTC menunjukkan adanya potensi rebound yang cukup kuat. Rasio kapitalisasi pasar dan nilai dormansi tahunan tersebut menunjukkan gambaran kasar dari posisi terendah pasar, serta menilai kondisi pasar terkini dengan memperkirakan arah tren yang lebih luas, entah itu meningkat atau menurun. Sebagaimana yang terlihat pada grafik, BTC telah memasuki zona pembelian, sinyal terbawah yang hanya terlihat lima kali sejak awal kemunculan aset kripto tersebut.
Namun, satu hal yang patut dicatat adalah bahwa Puel multiple, metrik yang melacak sisi pasokan BTC, telah secara konsisten menunjukkan adanya peningkatan pasokan akhir-akhir ini, yang meski tidak besar, setidaknya belum mencapai level yang merepresentasikan formasi terbawah. Pengaruh seluruh kondisi tersebut terhadap BTC tentu saja belum bisa kita simpulkan sekarang. Di sisi lain, sebagian besar altcoin utama telah memasuki zona hijau menjelang perilisan CPI, dengan token-token terkemuka seperti LUNA dan MATIC mencatat peningkatan lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir.
Dalam 10 tahun terakhir, BTC telah berhasil memisahkan diri dari aset berisiko utama lain, pun secara umum selalu berada di luar lingkup industri keuangan tradisional. Namun, sejak tahun lalu, muncul kecenderungan bahwa BTC mulai terlihat meniru aksi harga dalam pasar ekuitas, seiring meningkatnya jumlah investor yang mencantumkan kripto dalam portofolio investasi mereka.
Situasi ini pada akhirnya menarik perhatian banyak pejabat resmi dalam Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), yang beranggapan bahwa korelasi antara kripto dan saham tersebut berpotensi menular ke seluruh lini pasar keuangan. Secara khusus, pejabat IMF mengamati bahwa korelasi keduanya telah meluas ke negara-negara berkembang, yang tentu saja akan berisiko lebih besar bagi negara-negara dengan ekonomi berkembang yang sedang mencoba memperluas adopsi kripto tersebut.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto