Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Setelah berhasil menstabilkan diri di atas level dukungan psikologis $40.000, penurunan beruntun BTC selama 6 hari berturut-turut pada akhirnya terhenti pada hari Sabtu lalu. Sejak saat itu, BTC terlihat berjuang untuk menembus level $42.000 dan saat ini diperdagangkan tepat di bawah zona pivot $43.000 serta rata-rata pergerakan 100 jamnya. Jika BTC berhasil menembus level resistansi $43.000, sejatinya pasar kripto yang lebih luas dapat mengharapkan adanya putaran baru reli pemulihan.
Sementara, jika level resistansi tersebut gagal ditembus, niscaya koreksi yang lebih jauh mungkin terjadi untuk menguji ulang level $41.800. Selain itu, seiring dengan rencana Federal Reserve Amerika Serikat untuk mempercepat kenaikan suku bunga yang kemungkinan akan dilakukan pada bulan Maret tahun ini, potensi kenaikan BTC dalam waktu dekat tampaknya tetap akan terbatas akibat adanya pengetatan kebijakan tersebut, kecuali ada pemain besar baru yang mulai berdatangan ke dalam ruang kripto.
Ditinjau dari grafik Aliran Aset Kripto Mingguan, kemungkinan besar lini depan ruang kripto tidak akan menerima banyak bantuan. Secara khusus, arus masuk dalam beberapa minggu terakhir cenderung negatif, dan arus masuk pendanaan yang baru akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan BTC ke momentum "Up-tober"-nya. Di sisi lain, altcoin memiliki nasib yang lebih baik karena sebagian besar token L1 terkemuka tampak pulih lebih cepat daripada BTC. Beberapa protokol teratas bahkan telah mencatat kenaikan 5%-7% dalam 24 jam terakhir.
Bernasib tak kalah baiknya, ETH juga telah pulih dari penurunan intensnya dalam seminggu terakhir sekalipun volume perdagangan spotnya tetap rendah. Saat ini, harga aset kripto tersebut bahkan mulai bergerak perlahan untuk menguji ulang level resistansi $3.200. Oleh karena dominansi kapitalisasi pasar BTC terus menurun, mungkin memang inilah saat yang tepat bagi altcoin untuk menunjukkan sinarnya!
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada Bloomberg, Jos Fernandez da Ponte, wakil presiden senior divisi mata uang kripto dan digital Paypal, mengonfirmasi keinginan raksasa pembayaran digital tersebut untuk meluncurkan stablecoinnya sendiri. Ketertarikan awal perusahaan tersebut terhadap stablecoin sejatinya telah disadari oleh pengguna aplikasi selular Paypal ketika mereka menemukan banyak kode dan gambar tersembunyi yang mengindikasikan berlangsungnya proses pengerjaan "Koin PayPal".
Sejak dugaan tersebut bermunculan, juru bicara PayPal telah mengklarifikasi bahwa kode dan gambar tersembunyi tersebut merupakan bagian dari proses yang sangat awal, pun tidak merepresentasikan versi final yang dapat dilihat oleh publik. Mengingat konsistensi Paypal dalam mengumpulkan volume pembayaran bernilai miliaran di dalam setiap kuartal, keterlibatan perusahaan tersebut dalam ruang kripto jelas merupakan salah satu peristiwa yang patut untuk diperhatikan pada tahun 2022.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto