Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Tidak dapat dipungkiri, pasar kripto yang lebih luas harus mengalami akhir pekan yang tidak menyenangkan. Pada hari Minggu, BTC telah merosot di bawah level $35.000 untuk pertama kalinya sejak Januari 2022, akibat aksi jual yang lebih luas di pasar saham Amerika Serikat. Saat artikel ini ditulis, mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini terus melanjutkan penurunannya, dan tengah diperdagangkan di bawah level $33.500 setelah mencatat kerugian sebesar 2,4% dalam 24 jam terakhir.
Tidak hanya itu, garis tren bearish utama juga telah terbentuk di grafik per jam BTC, dengan batas atas yang mendekati level $34.200. Level dukungan besar berikutnya untuk BTC sedang berada di zona $32.500, dan harganya dapat terus merosot jika level tersebut nantinya dipaksa mengalah oleh tekanan menjual dan sentimen bearish yang terus meningkat. Secara historis, harga terealisasi on-chain untuk whale telah berfungsi sebagai level dukungan yang kuat bagi BTC dalam menghadapi masa-masa yang sulit. Namun, terkadang level dukungan ini gagal dalam menghadapi situasi di level makro yang terus memburuk, dan harga spot BTC akan menembus level dukungan tersebut dari atas untuk mencapai level terendah jangka panjang selama siklus bearish.
Dalam beberapa hari ke depan, kita dapat melihat narasi mana yang akan terungkap. Setali tiga uang dengan BTC, ETH telah bergerak di bawah level $2.500 setelah mengalami penurunan sebesar 3,6% dalam waktu semalam. Sebagian besar altcoin utama juga harus tenggelam di lautan merah, terkecuali NEAR dan TRX, yang berhasil mencatat sejumlah kenaikan di tengah berbagai pesimisme yang menghantui pasar kripto yang lebih luas.
Di tengah melemahnya harga spot, sebagian besar trader leverage masih terus bertaruh untuk posisi long. Di sepanjang akhir pekan, tingkat pendanaan pada seluruh bursa utama juga tengah mengalami tren naik. Selain itu, futures BTC telah berhasil mengambil langkah minor untuk naik ke atas posisi terendahnya dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, dalam pasar opsi, level volatilitas dari opsi jangka pendek telah meningkat secara signifikan, bersamaan dengan melonjaknya suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat. Faktanya, kurva volatilitasnya juga telah menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam penghindaran risiko jangka pendek.
Tiga bulan setelah perusahaan induk Google, Alphabet Inc., mengumumkan rencananya untuk terjun ke semesta web3, unit komputasi awan Google membentuk tim yang secara khusus didedikasikan untuk mengakomodasi layanan backend bagi pengembang aplikasi web3. Keputusan tersebut mengakar pada keinginan Google untuk memanfaatkan “potensi luar biasa besar” yang dimiliki oleh web3 dan berbagai teknologi terkait kripto baru-baru ini. Diharapkan, nantinya Platform Komputasi Awan Google dapat menjadi pilihan pertama bagi seluruh pengembang yang bergerak dalam bidang tersebut. Ke depannya, Google juga akan merancang sistem yang memudahkan masyarakat umum untuk mengakses data blockchain, selagi terus berupaya untuk menyederhanakan proses membangun serta menjalankan node blockchain.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto