Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pada hari Kamis, pasar kripto yang lebih luas melanjutkan stagnasinya, mengikuti keputusan investor untuk menarik napas panjang setelah menunjukkan reaksi yang intens terhadap sikap Federal Reserve Amerika Serikat (berkenaan dengan kebijakan untuk memerangi inflasi) satu hari sebelumnya. Saat artikel ini ditulis, BTC tengah berkonsolidasi di atas level $43.000 setelah mengalami sejumlah kenaikan marginal dalam 24 jam terakhir. Garis tren bearish dengan batas atas di dekat level $43.800 pun telah terbentuk dalam grafik per jamnya.
Secara khusus, breakout yang nyata di atas level resistansi itu tentunya berpotensi mendorong percepatan kenaikan sisi atas mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut. Dari lini on-chain, rasio MVRV BTC telah mendekati titik terendahnya di sepanjang sejarah. Kondisi ini tentunya mengindikasikan adanya ruang bagi "nilai wajar" BTC untuk mengalami peningkatan. Di sisi lain, SSR masih harus melewati jalan yang panjang jika ingin kembali ke level tertinggi sebelumnya. Dalam konteks tertentu, dapat disepakati bahwa jika tren SSR terus mengalami kenaikan, maka modal akan mulai mengalir dari stablecoin ke BTC.
Jika dibandingkan dengan BTC, nasib ETH sedikit lebih baik. Setelah mencatat kenaikan 2% dalam waktu 24 jam, mata uang kripto nomor dua berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut berhasil naik kembali ke level $3.260. Sebagian besar altcoin utama juga telah berbalik ke zona hijau, dengan dipimpin oleh NEAR yang berhasil mengalami peningkatan sebesar 20% dalam beberapa jam terakhir.
Kamis lalu, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, menyinggung berbagai potensi risiko dan manfaat terkait ekonomi mata uang kripto yang sedang berkembang di berbagai belahan dunia dalam pidato utama perdananya. Isi pidato Yellen sejatinya selaras dengan perintah eksekutif Gedung Putih yang menyatakan bahwa regulasi terkait aset kripto harus mampu mendukung inovasi yang bertanggung jawab sambil tetap mengelola dan memitigasi risiko dalam ekosistem tersebut, baik yang rentan menimpa konsumen maupun sistem keuangan yang lebih luas. Pada kesempatan tersebut, Yellen juga menyampaikan harapannya agar sektor aset digital mampu mendatangkan lebih banyak inovasi dalam industri pembayaran dewasa ini yang ia nilai "terlalu lambat, mahal, dan tidak cukup inklusif". Meski demikian, Yellen tetap menunjukkan kehati-hatian ketika menyinggung stablecoin dalam pidatonya, pun mengisyaratkan potensi munculnya mata uang digital bank sentral Amerika Serikat (CBDC).
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto