Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pada hari Rabu, pasar kripto yang lebih luas dan pasar ekuitas Amerika Serikat mencatat kerugian lebih lanjut di tengah berkembangnya informasi bahwa bank sentral Amerika Serikat telah mengambil sikap yang hawkish. Alhasil, BTC terlihat kembali menelusuri level $43.000 setelah kehilangan 4% nilai pasarnya dalam 24 jam terakhir. Sayangnya, momentum bearish kembali menghantui mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut setelah zona resistansi di level $45.000 dihantam tekanan jual yang sangat intens dari trader spot maupun trader dengan leverage.
Saat ini, beberapa indikator teknis juga mengindikasikan potensi penurunan lebih lanjut bagi BTC yang kemungkinan besar akan menguji dukungannya di level $40.000 hingga $42.000. Rupanya, akuisisi agresif yang baru-baru ini dilakukan oleh Luna Foundation Guard (LFG) milik Terra serta perusahaan perangkat lunak MicroStrategy masih sulit menyelamatkan BTC dari koreksi turun yang berkelanjutan. Meski demikian, jika kita mengacu kepada beberapa data utama on-chain, pembelian besar tersebut memang telah mendorong grafik Perubahan Pasokan Tidak Likuid BTC ke rekor yang baru, yaitu akumulasi 214 hari berturut-turut. Sejatinya, sinyal tersebut bisa dipahami melalui dua perspektif. Di satu sisi, fase akumulasi pada tahun 2020 yang berlangsung selama 188 hari diakhiri dengan BTC yang berhasil memelesat ke rekor yang baru.
Jika sejarah yang sama dapat terulang kembali, kondisi pasokan tidak likuid yang saat ini ada berpotensi mengirimkan sinyal bullish besar-besaran. Di sisi lain, kami juga sudah lama tidak menyaksikan peristiwa kapitulasi nyata yang mampu mengubah struktur besar tersebut. Apa pun perspektif yang Anda pilih, metrik on-chain ini tetap penting untuk diperhatikan jika kita ingin memahami arah pasar selanjutnya dengan lebih baik. Setali tiga uang dengan BTC, ETH juga gagal mempertahankan posisinya di atas level $3.200 setelah mencatat penurunan sebesar 4,6% dalam 24 jam terakhir. Pada saat yang bersamaan, sebagian besar altcoin utama juga kembali diperdagangkan di zona merah, dengan dipimpin oleh koin meme spekulatif, DOGE, yang mencatat persentase kerugian dua digit dari 24 jam yang lalu.
Informasi menarik seputar metaverse kali ini datang dari perusahaan ternama yang semula dikenal sebagai Facebook, yaitu Meta. Pada Kamis silam, Meta menegaskan kembali ketertarikannya untuk membuat token yang nantinya akan diedarkan di metaverse. Dilansir dari Financial Times, saat ini Meta tengah mengeksplorasi opsi-opsi terkait pembuatan token dalam aplikasi yang bersifat terpusat. Sebagai gurauan di lingkungan perusahaan, token itu kemudian diberi julukan "Zuck Buck". Tidak hanya itu, Meta juga sedang mempertimbangkan gagasan soal pembuatan "token sosial" atau "token reputasi". Harapannya, token ini dapat digunakan sebagai imbalan bagi pihak-pihak yang telah berkontribusi untuk platform mereka.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto