Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Kabar baik di hari ini: Tampaknya, pasar kripto yang lebih luas berhasil keluar dari lautan merah setelah beberapa hari terakhir terus tenggelam di dalamnya. Pada hari Selasa malam (jam perdagangan Asia), BTC berhasil membentuk basis yang cukup solid di dekat level $36.500 sebelum memulai gelombang pemulihan untuk menembus level resistansi $37.500. Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama karena mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut gagal memelesat ke atas zona resistansi $38.500.
Saat artikel ini ditulis, BTC tampak diperdagangkan di atas zona $37.500 setelah mengalami kenaikan sebesar 3% dalam 24 jam terakhir. Tampak bernasib serupa, ETH juga mengalami kenaikan sebesar 5% dalam jangka waktu yang sama, dan saat ini tengah diperdagangkan di atas level $2.600. Pada saat yang bersamaan, sebagian besar altcoin utama juga kembali memasuki zona hijau setelah mengalami koreksi sisi bawah pada hari Senin lalu, dengan dipimpin oleh pemain yang performanya selalu konsisten seperti LUNA dan AVAX. Secara khusus, keduanya menunjukkan persentase kenaikan dua digit yang mengesankan dalam 24 jam terakhir! Kembali kepada BTC, dapat diamati bahwa sejak awal 2021, aset kripto tersebut menunjukkan perilaku yang sangat dikotomis terkait kinerja harganya, terutama jika kita mempertimbangkan perilaku BTC setiap bulan, pada setengah bulan pertama dan setengah bulan kedua.
Kemungkinan, peluncuran ETF BTC berbasis futures pada Oktober 2021 semakin mempertegas siklus performa BTC tersebut, sebagaimana yang bisa Anda lihat pada grafik di atas. Selain itu, efek contango dari BITO yang menjual kontrak front-month dan membeli kontrak next-month sepertinya juga akan meninggalkan dampak yang dapat terdeteksi di pasar spot. Alhasil, efek lanjutan yang disebabkan oleh arus masuk pascaperputaran tersebut, kemungkinan besar akan memperkuat sifat siklik kinerja harga BTC dalam beberapa bulan ke depan.
Selasa lalu, Tether merilis laporan pengesahan terbaru yang memerinci komposisi cadangan penerbit koin tersebut agar bisa dilihat oleh publik. Perilisan tersebut sekaligus merupakan tanggapan Tether terhadap banyak kritik tajam yang mereka terima. Laporan terkini mengungkapkan bahwa persentase kepemilikan surat berharga komersial Tether pada kuartal terakhir menurun sebesar 21%, pun menegaskan bahwa ketahanan USDT akhir-akhir ini semakin diperkuat oleh meningkatnya investasi perusahaan di pasar uang dan obligasi. Pada akhirnya, Tether juga mengutip hasil evaluasi MHA (sebuah firma akuntansi) yang menyatakan bahwa cadangan stablecoin USDT Tether "melebihi jumlah yang diperlukan untuk mengompensasi masalah token aset digital" dan menjadi alasan utama di balik perubahan angka holding cadangan perusahaan tersebut.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto