Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pada hari Selasa, pasar kripto yang lebih luas semakin tenggelam di tengah aksi jual besar-besaran yang terjadi di pasar finansial tradisional. Faktanya, hal ini dipicu oleh kebijakan pengetatan Federal Reserve Amerika Serikat di sektor moneter, dan kekhawatiran akan terjadinya resesi. Untuk pertama kalinya sejak Juli 2021, momentum bearish yang terjadi telah berhasil membuat BTC berada di bawah level dukungan kritis $30.000. Alhasil, nilai BTC saat ini 55% lebih rendah dari harga tertingginya yang pernah mencapai level $69.000. Saat artikel ini ditulis, BTC tengah menetap di atas level $31.000 setelah mencatat kerugian sebesar 5,8% dalam 24 jam terakhir. Garis tren bearish utama dengan batas atas yang mendekati level $32.000 juga terbentuk di grafik per jam BTC. Perlu digarisbawahi, gelombang pemulihan singkat dapat terjadi jika BTC berhasil mengatasi rintangan di level tersebut.
Meski demikian, momentum bearish yang terjadi juga membuat BTC berpotensi untuk semakin turun untuk menguji level dukungan di zona $28.000-$29.500. Selain itu, skor akumulasi on-chain mengindikasikan bahwa kecenderungan untuk mengakumulasi BTC di seluruh kalangan mulai menurun. Faktanya, entitas dengan saldo dompet yang melebihi 10.000 telah memangkas pembeliannya secara signifikan. Tidak hanya itu, entitas tersebut juga telah menjadi kekuatan distributif utama dalam beberapa pekan terakhir. Para trader kecil juga tampaknya menunjukkan keyakinan yang lebih besar dibandingkan dengan trader tingkat lanjut yang sudah lebih lama bermain di industri kripto.
Namun, saat ini pola akumulasi mereka terlihat melemah jika dibandingkan dengan kuartal pertama di tahun ini. Setali tiga uang dengan BTC, tampaknya ETH dan altcoin utama lainnya juga merasakan dampak serupa. Saat ini, ETH tengah berjuang untuk tetap berada di atas level $2.400 setelah mengalami kerugian sebesar 3% dalam waktu semalam. Sebagian besar altcoin utama juga mengalami penurunan dengan persentase dua digit dalam waktu 24 jam. Di tengah berbagai penurunan yang terjadi, LUNA juga harus kehilangan 50% nilai pasarnya setelah stablecoinnya, UST, kehilangan dolar acuannya untuk yang kedua kalinya dalam 48 jam.
Selagi semua orang sibuk meratapi penurunan nilai BTC dan UST, sekelompok penggemar NFT mengadakan obrolan daring kontroversial di Twitter Spaces yang secara satir diberi judul “Kematian Azuki”. Ungkapan ekspresi yang terbilang berani itu sejatinya mengikuti unggahan blog yang dirilis oleh Zagabond, nama samaran pendiri Azuki. Secara khusus, dalam artikelnya, Zagabond bercerita bahwa ia pernah terlibat dalam beberapa proyek NFT medioker yang oleh banyak investigator on-chain dipandang sebagai rug-pull atau penipuan. Meski seluruh tuduhan terhadap proyek-proyek lampaunya tersebut telah dibantah oleh Zagabond, harga dasar koleksi Azuki tetap jatuh sebesar 48% dalam hitungan jam setelah unggahan blog tersebut dirilis.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto