Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Seiring dengan terus bertahannya BTC di bawah level $57.000 di tengah kepasifan investor, grafik distribusi harga yang direalisasikan pada keluaran transaksi yang tidak terpakai (UXTO) menunjukkan adanya beberapa node volume dalam rentang yang lebih rendah, yaitu $30.000-$50.000, dan sekelompok node volume dalam rentang yang sedikit lebih tinggi, yaitu $56.000-$58.300. Rentang terakhir langsung berfungsi sebagai buy wall terhadap penurunan harga yang tiba-tiba. Buy wall tersebut pun diperkuat oleh pergerakan paus pascaanjloknya harga kripto dalam momen Black Friday, yang direpresentasikan oleh kepadatan siklus di atas level $55.000 pada peta paus. Selain itu, banyak pemegang aset yang masih mendapatkan keuntungan ketika melakukan pembelian pada rentang $35.000-$50.000. Situasi semacam ini diperkirakan akan terus bertahan meski kesuraman tengah membayangi pasar keuangan global.
Di sisi lain, ETH mengalami sedikit penurunan dari level $4.600 dan terus diperdagangkan dalam rentang yang sempit. Tanpa mengabaikan fakta bahwa aktivitas transaksi di Ethereum menurun dari rekor tertinggi sebelumnya, total nilai terkunci (TVL) dalam protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) saat ini telah mencapai rekor tertinggi barunya, yaitu di atas level $250 miliar. Dominasi Ethereum yang menurun dalam ruang DeFi pun menunjukkan bahwa modal mulai berotasi ke ekosistem L1 alternatif, dengan berbagai jaringan terkemuka seperti Solana, Terra, dan Avalanche, sebagai kontributor yang utama (dan layak).
BadgerDAO, protokol terdesentralisasi yang memungkinkan BTC untuk digunakan sebagai jaminan di seluruh aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), mengalami serangan parah pada hari Kamis lalu. Alhasil, terjadi penarikan mata uang kripto senilai $120 juta dari platform brankas hasil protokol tersebut. Untuk mencegah adanya kerugian lebih lanjut, BadgerDAO menghentikan penarikan dan bekerja sama secara aktif dengan pihak yang berwenang guna mengusut tuntas kasus peretasan tersebut hingga ke akar-akarnya.
Komunitas BadgerDAO berspekulasi bahwa peretas melancarkan serangannya dengan memanfaatkan kerentanan antarmuka pengguna situs web, dan vektor serangan semacam ini sejatinya tidak lazim ditemukan. Beberapa jam setelah serangan terjadi, harga token tata kelola protokol, BADGER, anjlok sebesar 17%. Insiden ini pun menambah deretan nama pada daftar panjang protokol DeFi yang menjadi korban peretasan atau eksploitasi di tahun 2021. Pada tahun ini saja, jumlah total dana token tata kelola yang hilang akibat aksi peretasan dan eksploitasi telah mencapai $10,5 miliar.
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto