Alethea AI (ALI): iNFT dan Metaverse Cerdas
Kecerdasan Buatan (AI) telah merevolusi cara manusia bekerja, berinteraksi, dan mengonsumsi konten. Penggunaan AI meningkat di hampir semua aspek kehidupan dan industri, termasuk industri mata uang kripto.Kripto berbasis AI, seperti Fetch.ai dan SingularityNET, memasuki kancah kripto pada awal tahun 2023, menghadirkan janji untuk meningkatkan berbagai aspek lanskap mata uang kripto.
AI juga telah menunjukkan potensi transformatifnya dalam menemukan token non-fungible (NFT). Teknologi ini telah digunakan dalam pembuatan seni dan musik NFT, dengan startup seperti Eponym merilis algoritma AI yang mengubah teks menjadi seni abstrak yang dijual di pasar NFT.
Alethea AI ingin membawa penggabungan AI dan NFT selangkah lebih maju dengan menciptakan kelas aset cerdas yang benar-benar baru, yang dipenuhi dengan sifat kepribadian AI, yang dapat tumbuh dan berkembang berdasarkan data yang mereka konsumsi. Dalam panduan ini, kita akan melihat apa yang dilakukan Alethea AI, cara kerjanya, dan apakah itu investasi yang baik.
Takeaway Utama:
Alethea AI merintis kelas aset baru yang disebut token cerdas non-fungible (iNFT) yang menggabungkan teknologi AI dan NFT. iNFT ini memiliki kepribadian dan kemampuan yang berkembang, menawarkan aset digital dinamis dan interaktif yang melampaui NFT tradisional.
iNFT dibuat dengan menggabungkan NFT dengan aset ERC-721 yang disebut Intelligence Pod, dan dapat memberi daya pada DApp dalam ekosistem AI Alethea.
Tingkat Intelijen iNFT dapat ditingkatkan dengan menggunakan token asli Alethea AI, ALI. Semakin tinggi tingkat kecerdasan, semakin banyak layanan AI yang dapat diberikan oleh iNFT.
Dapatkan informasi harian terkait dunia kripto dan perdagangan
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto