Mengapa Atomic Swaps Merevolusi Trading Kripto Terdesentralisasi
Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Bursa terdesentralisasi telah menjadi cara yang andal untuk menukar mata uang kripto di mana orang tidak perlu menggunakan dompet berbasis bursa apa pun. Sebaliknya, pertukaran kripto dapat dilakukan melalui dompet nonkustodian yang hanya memiliki kunci pribadi. Bursa terdesentralisasi (DEX) menggunakan beberapa mekanisme perdagangan, seperti buku pesanan dan pembuat pasar otomatis (AMM), untuk membuat transaksi berjalan lancar dan aman.
Namun, DEX telah mendapatkan peningkatan dalam adopsi pengguna dari perkembangan seperti pertukaran atom, metode pertukaran peer-to-peer di mana dua pihak atau lebih dapat secara langsung bertukar kripto melalui dompet pribadi mereka. Salah satu mata uang kripto terbesar yang berfokus pada privasi, Monero (XMR), telah mengalami lonjakan harga sebesar 20% setelah menerapkan pertukaran atom dalam sistemnya. Menurut kontributor proyek Monero ErCiccione, konsep baru ini memungkinkan investor untuk bertukar BTC dan XMR tanpa melibatkan bursa pihak ketiga.
Mengimplementasikan swap atomik merupakan lompatan besar bagi industri mata uang kripto karena trader dan investor sekarang memiliki lebih banyak likuiditas di pasar. Pada bagian berikut, kita akan melihat apa yang dimaksud dengan pertukaran atom, memberikan contoh yang mudah, dan menguraikan proses transaksi.
Apa Itu Swap Atom?
Pertukaran atomik adalah teknik pertukaran mata uang kripto dengan cepat pada sistem blockchain yang berbeda. Metode ini sering dikenal sebagai perdagangan lintas rantai atom, di mana bursa terjadi melalui kontrak pintar antara dua dompet kripto pribadi. Ini adalah sistem transaksi peer-to-peer (P2P) menggunakan blockchain yang berbeda.
Dapatkan informasi harian terkait dunia kripto dan perdagangan
Tidak Ada Spam. Hanya sekumpulan informasi yang menarik dan terkini dalam semesta kripto